Jumat, 08 Juli 2011

Iwan Fals nimbrung di LGV


Sebelum Konser, Iwan Fals Tanam Pohon





Iwan Fals
Denpasar, Wartasemesta.com – Penyanyi dan pencipta lagu, Iwan Fals, akan menggelar sebuah konser di tempat hiburan Boshe Kuta, Bali. Hanya saja, pria yang sebagian besar lirik lagunya mengetengahkan kritik sosial itu, tak langsung naik panggung.
Sebelum konser, Iwan Fals berkesempatan menanam 500 bibit pohon di kawasan Lebih Green Village, Banjar Lebih Beten Kelod, Desa Lebih, Kabupaten Gianyar, Bali. ”Penanaman pohon kami lakukan sebagai langkah mengurangi efek pemanasan global. Terlebih, kawasan yang digunakan untuk penanaman kali ini merupakan lahan sumbangan dari warga,” tutur Iwan Fals, di Desa Lebih, Gianyar, Jumat (08/07/2011) siang.
Dikatakan, dari keterangan pihak Ketua  Lebih Green Village  luas lahan yang ditanami pohon sekitar 10 hektare. ”Tentunya ini ke depan bisa digunakan sebagai salah satu kawasan hutan,” kata Iwan Fals.
Ia juga menyebutkan, aksi tersebut merupakan salah satu bentuk dari falsafah hidup umat Hindu, yakni Tri Hita Karana, di mana hidup ini selalu berhubungan dengan tiga hal yakni dengan Tuhan, sesama manusia dan alam. ”Dalam menjaga lingkungan, harusnya muncul dari kesadaran masing-masing warga. Toh, ini juga milik kita. Kalau bukan kita, siapa lagi yang harus menjaganya?,” tandasnya.
Sementara Ketua Lebih Green Village, Mangku Made Suweta, menjelaskan, kegiatan tanam pohon tersebut merupakan kelanjutan dari program Tanam 4.500 Pohon yang bekerja sama dengan  PT Sampoerna Tbk. ”Sebelumnya, acara serupa dilakukan pada 5 Juni silam. Kurang lebih 1.300 pohon telah kami tanam,” paparnya.
Untuk kegiatan kali ini yang melibatkan Iwan Fals, kata Suweta, pihaknya menanam sebanyak 500 pohon dalam beberapa jenis. ”Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari program Tanam 4.500 pohon di atas lahan seluas 2,8 hektare,” jelasnya.
Suweta menyebutkan, jenis pohon yang ditanam tercatat lima macam, yakni sentul, costal, juwet, boni dan munda. Dipilihnya jenis pohon itu, karena kelimanya sudah mulai langka. san edison


sumber: 
http://www.wartasemesta.com/sebelum-konser-iwan-fals-tanam-pohon/













Iwan Fals Tanam Pohon Sebelum Konser

Jumat, 08 Juli 2011 18:23 WIB

REPUBLIKA.CO.ID,GIANYAR--Sebelum konser perdana di tempat hiburan Boshe Kuta, Bali, penyanyi dan pencipta lagu Iwan Fals, menanam 500 bibit pohon di kawasan Lebih Green Village, Banjar Beten Kelod, Desa Lebih, Kabupaten Gianyar.
"Penanaman pohon kami lakukan sebagai langkah mengurangi efek pemanasan global. Terlebih, kawasan yang digunakan untuk penanaman kali ini merupakan lahan sumbangan dari warga," kata Iwan Fals, penyanyi kawakan Indonesia ketika ditemui saat menanam pohon di Desa Lebih, Jumat siang.
Ia mengatakan, dari keterangan pihak ketua Lebih Green Village Mangku Made Suweta, SE  luas lahan yang ditanami pohon sekitar 10 hektare. "Tentunya ini ke depannya bisa digunakan sebagai salah satu kawasan hutan," ujar pria yang sebagian besar lirik lagunya mengetengahkan kritik sosial.
Iwan menyebutkan, aksi tersebut juga merupakan salah satu bentuk dari falsafah hidup umat Hindu, yakni Tri Hita Karana, di mana hidup ini selalu berhubungan dengan tiga hal, yakni dengan Tuhan, sesama manusia dan alam. "Dalam menjaga lingkungan, harusnya muncul dari kesadaran masing-masing warga. Toh ini juga milik kita. Kalau bukan kita, siapa lagi yang harus menjaganya?," kata Iwan.
Didaulat menyanyikan lagu, khusus terkait pemanasan global, Iwan langsung bersedandung, "Jutaan orang meradang. Samudera menerjang".

sumber:
http://www.republika.co.id/berita/senggang/sosok/11/07/08/lo0ibr-iwan-fals-tanam-pohon-sebelum-konser













Iwan Fals Syukuri Ada Tri Hita Karana




GIANYAR, NusaBali
Sabtu, 09 Juli 2011 


Penyanyi kondang Iwan Fals, 50, tiba-tiba muncul di kampung nelayan Desa Lebih, Kecamatan Gianyar, Jumat (8/7). Kehadiran penyanyi balada dan country ke Desa Lebih ini bukan untuk menyanyi, melainkan menanam pohon sebagai bentuk kepedulian terhadap pelestarian lingkungan alam Bali. Iwan Fals pun mengaku bersyukur Bali punya konsep Tri Hita Karana.

Iwan Fals yang namanya mencuat melalui sederet lagu kritik sosial seperti ‘Wakil Rakyat’ dan ‘Bento’ secara khusus datang ke Desa Lebih atas undangan dari Lebih Green Village, kelompok masyarakat pencinta lingkungan di kawasan pesisir pantai tersebut. Mengenakan celana blue jeans dan kaos biru, Iwan Fals datang ke Desa lebih bersama menajemen dan sejumlah fans fanatiknya.

Penyanyi yang memiliki nama asli Virgiawan Listanto ini tiba di Desa Lebih, Jumat siang sekitar pukul 11.45 Wita. Setibanya di Desa Lebih, Iwan Fals langsung menanam pohon penghijauan bersama masyarakat setempat, khususnya pihak Lebih Green Village.

Usai menanam pohon, Iwan Fals sempat mengucapkan kalimat yang bertalian dengan kondisi lingkungan ‘Jutaan orang meradang, Samudera pun menerjang’. Kalimat ini rencananya akan dia jadikan syair lagunya nanti. Sekitar 20 menit lamanya Iwan Fals berada di lokasi tanah Desa Adat Lebih untuk menanam jeruk Bali, sebelum kemudian balik ke kawasan wisata Kuta, Badung.

Kharisma seorang Iwan Fals tampak begitu kokoh. Terbukti, puluhan warga setempat dan kalangan wartawan memanfaatkan kesempatan ini untuk foto bersama sang penyanyi kondang. Bahkan, ada yang sampai minta tandatangan Iwan Fals. “Maaf, saya harus latiha dulu,” ujar Iwan Fals soal kunjungannya yang begitu singkat di Desa Lebih.

Kedatangan Iwan Fals ke Bali memang bukan semata untuk acara tanam pohon di Desa Lebih. Kedatangannya ke Bali kali ini juga untuk menghibur fansnya di Boshe Club, sebuat tempat hiburan di kawasan wisata Kuta, Jumat malam. Sedangkan kehadirannya di Desa Lebih kemarin siang, lebih untuk menggelorakan penghijauan di Gianyar.

Dihampiri NusaBali di tengah jalan kaki meningalkan lokasi penghijauan di Desa Lebih kemarin, Iwan Fals mengaku prihatin dengan kondisi kerusakan lingkungan di beberapa tempat di Indonesia. Karena itu, dia mengajak mayarakat untuk terus menggelorakan semangat menanam pohon dan mencintai lingkungan.

Iwan Fals juga mengaku bersyukur, karena di Bali dikenal konsep Tri Hita Karana (hubungan manusia dengan Tuhan, manusia dengan manusia, dan hubungan manusia dengan alam) dalam upaya pelestarian lingkungan. “Syukurlah Bali punya Tri Hita Karana. Kalau tidak, jadi apa Bali ini. Apalagi, Bali sangat terbuka dengan pengaruh luar,” jelas Iwan Fals.

Terus terang, Iwan Fals mengaku sangat salut dengan pelestarian lingkungan di Bali yang berbingkai adat dan tradisi yang begitu ketat. Namun demikian, kata dia, akan lebih baik jika segenap umat manusia mau saling menjaga lingkungannya.

Sementara itu, Ketua Lebih Green Village, I Made Suweta, menyatakan bangga dengan kedatangan Iwan Fals bersama manajemennya ke Desa Lebih. “Kedatangan Bang Iwan Fals dan mau menanam pohon di Desa Lebih ini, sangat bernilai bagi kami. Ini dorongan motivasi yang sangat berharga untuk pelestarian lingkungan,” terang Made Suweta. 7 lsa



sumber:
http://www.nusabali.com/opendoc.php?page=0&id=25599&date=2011-07-09%2001:00:43

Selasa, 05 Juli 2011

VIDIO LEBIH GREEN VILLAGE


        
Vidio ini diambil pada tgl 21 Nopember 2010, diwilayah Desa Lebih, Kec Gianyar, Kab Gianyar, Bali
Pada saat kita melakukan Gotong Royong persiapan Penghijuan Produktip Tahap I,
Desa Lebih ( Lebih Green Village ) merupakan Desa Bahari dengan Batas - Batas Wilayah :
            *  Sebelah Selatan  yaitu :  Pantai Lebih
            *  Sebelah Barat yaitu     :  Bali Safari & Marine Park
            *  Sebelah Utara yaitu    :  Desa Serongga
            *  Sebelah Timur yaitu    :  Sungai Sangsang

Lokasi Lebih Green Village :
            *  Dari Denpasar 30 Km, ke Timur
                   - Jalan BayPass Prof DR Ida Bagus Mantra

            *  Dari kota Gianyar 5 Km, ke Selatan


Rabu, 29 Juni 2011

Tiga Pilar Pembangunan LGV


         
          
                    Bapak Bupati Gianyar

I.   Pembangunan  Halak  
         a. Keagamaan Berdasar Tatwa, Susila, Upekara
         b. Penyuluhan Agama / Darmawacana
         c. Pesraman 
                                                       Ketua Lebih Green Vilage

II.  Pembangunan Pisik  
         a. Pembangunan & Pemeliharaan Tempat Ibadah 
         b. Pembanguan & Pemeliharaan Tempat Umum &
             Tempat tinggal
         c. Pembangunan Jalan & Draenase ( Lingkungan )


                                           GM Bali Safari & Marine Park
 

III. Pembangunan Ekonomi       
         a. Lembaga keuangan  ( LPD, Koprasi, CBD, dll )
         b. Penghijuan Produktip, DAS
         c. Mempromosikan Kawasan Pariwisata Pantai Lebih


                                   Rektor Universitas Warmadewa


                                  Ketua Yayasan Kesejahtraan KORPRI Bali
                          
                           




             

Selasa, 28 Juni 2011

LEBIH GREEN VILLAGE

    Program Lebih Green Village merupkan Program Penghijuan Produktip dengan memanfaatkan lahan tidur, sehingga nantinya dapat bermanfaat untuk menunjang Pembangunan Desa Lebih pada khususnya, Penghijuan produktip ini merupkan Aktualisa dari Tri Hita Karana menuju Desa yang, Lebih Sempeorna, Asri, Sejahtra dan Mandiri, dengan menyelaraskan program pembangunan Desa Dinas dengan program pembangunan Desa Adat berlandaskan rasa kebersamaan segilik seguluk selulung sebayantaka.
            Adapun tujuan dari Lebih Green Village kedepannya dari hasil penanaman pohon ( Kayu ), dapat menunjang kegiatan Desa Adat baik social maupun keagamaan, Program ini sebagai bentuk partisipasi Desa Adat Lebih didalam menunjang Program  Pemerintah Propinsi Bali menuju  Bali Green And Clean dan juga dapat mencegah terjadinya Global Warning.
Semoga, dari Desa Lebih dapat diketok tularkan ke Desa-desa yang lain dengan Motto “ Dari Desa Lebih Hijaukan Dunia, Contribute save the word “Kegiatan ini atas partisipasi berbagai pihak yang peduli tentang lingkuangan.

Program Penghijuan Produktip yang kami rencanakan seluas 10 hektar yaitu
Tahap I  seluas 3 hektar dengan alokasi tanaman 5.000 pohon :
           *  Mahoni   3.300 pohon
           *  Kepelan  1.000 pohon
           *  Pohon Perlengkapan Upakara  700 pohon
           *  dilaksanakan pada tgl 28 Nopember 2010

 Tahap II seluas 2,8 hektar alokasi tanaman 4.500 :
           *  Majegau            1.000 pohon
           *  Sentul                   600 pohon
           *  Juwet                   600 pohon
           *  Boni                  1.000 pohon
           *  Cemara Pandak   300 pohon
           *  Kayu Manis         700 pohon
           *  Mundeh               300 pohon     
           * dilaksanakan pada tgl 5 Juni 2011 

Untuk kedepannya kami sudah merancang mengembangkan daerah tersebut menjadi : Obyek wisata Out Bound, Jogging Track, Kemah Pramuka, Sepeda Air dan Mancing jalur sungai.

            Dana Kegiatan Program Lebih Green Villge berasal dari sumbangan / donator pihak ketiga yang sah dan tidak mengikat, juga urunan dari panitia, karena kami sepakat, sekuat tenaga akan berusaha untuk tidak memberatkan warga dalam masalah pembiayaan.

           Pada kesempatan ini kami atas nama panitia mengucapkan banyak terima kasih kepada Bpk Gubernur Bali, Bpk Bupati Gianyar, Bpk Kepala Dinas Badan Lingkungan Hidup, Bpk Kepala Dinas Kehutanan Propinsi Bali, yang telah memberikan bimbingan arahan serta binaan, serta semua pihak yang peduli, khususnya UPT Kebun Raya Eka Karya Bedugul, PT HM Sampoerna, Bali Safari & Marine Park, Universitas Warmadewa dan yang lainnya yang telah membantu terlaksananya Penghijuan Produktip.

       Kami juga mengundang para donatur yang peduli tentang penyelamatan lingkungan untuk bekerja sama melakukan penghijuan Produktip.